TwitterFacebookGoogle+

File April - 2015

Anda dapat mengechek konsultasi yang Anda kirim tidak dijawab oleh konselor karena pokok permasalahan sama, tidak dapat dimengerti atau hal lainnya, silahkan melakukan searchi…

02 Oct 2015 Lain-lain adminpd No comments

Istri Boros

Hallo, Saya seorang suami dari 3 orang anak, sekarang sudah 8 tahun usia perkawinan kami. to the point ke permasalahan .. dari pertama pernikahan memasuki usia 3 bulan, saya sudah pesimis untuk bisa b…

30 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

Pasangan Menghabiskan Uang untuk Pesta Pernikahan

Langsung saja ya, sya mau nikah dan saya mempunyai kendala karna keterbatasan dana, akan tetapi pasangan saya tidak pernah mengerti, dia selalu ingin ini itu dari saya, saya minta pengertianya karna s…

30 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

Adik Suka Membangkang

Ass. Saya perempuan usia 19 tahun. Saya mungkin bermasalah dengan emosi saya. Saya memiliki adik umur 10 tahun yang sulit diatur dan cenderung pembangkang, adik saya sempat 3 bulan tidak mau sekolah d…

25 Sep 2015 Konsultasi Remaja Reza Febyanti No comments

Menikah Pura-pura

Assalamualaikum Saya pria yg menikah yg usianya lebih muda beda 7 tahun dari istri saya. Saat ini usia pernikahan sudah mencapai 2 tahun. Dikarenakan pernikahan kami adalah karena perjodohan orang …

22 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

Curiga Istri Berselingkuh

Saya sudah menikah 7 tahun yang lalu. Saat ini Saya 38 dan istri 33 tahun. Saat menikah istri saya belum mendapat pekerjaan bagus spt saat ini. Setelah umur pernikahan 2 tahun istri saya diterima di s…

22 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

Dari Mana Aku Harus Memulai Perbaikan Diri?

Aku, mahasiswa, 23 tahun, selalu merasa sendirian dan sendirian terus. Dari kecil ortu terutama ibu sangat protektif padaku. Sampai sekarang aku gak pernah merasa punya sahabat. Pengalaman pahit waktu…

09 Aug 2009 Konsultasi Kepribadian Fuad Nashori No comments

Istri Hobi Ngerumpi dan Cerewet

Kami sudah menikah selama 17 tahun alhamdulillah kami dikaruniai sepasang anak, istri saya adalah seorang guru, penghasilannya jauh lebih besar dari pada saya, saya didepannya tidak ada apa-apanya bag…

21 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

Masa Lalu Pacar Suram

Saya bekerja disebuah perusahaan store besar Tempat Saya bekerja itu memang sangat terasa begitu tenang dan nyaman. Disana Saya bertemu banyak orang bahkan banyak sekali wanita-wanita SPG cantik yang …

17 Sep 2015 Konsultasi Cinta Sayed Muhammad No comments

Ukuran Mr P

Masalah ukuran mr. P....setelah membaca beberapa situs... bahwa menyatakan ukuran (mr P) rata-rata org Indonesia adalah 8 cm sebelum ereksi dan 11-12 cm saat ereksi... sementara saya agak beda karna s…

09 Sep 2015 Konsultasi Umum Sayed Muhammad No comments

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
spaceatas

Suami Tidak Bekerja

200x200Saya, seorang istri dg 1 anak 2,5 th..menikah sejak 2003, suami saya blum mendapatkan pekerjaan tetap..dan pekerjaan sayapun masih berstatus kontrak..saya sudah menunggu dia sampai 5th perkawinan, dg harapan dia berusaha at least ada usaha untuk membuat RT lebih baik..rupanya tidak….dan sepertinya saya sudah cukup menunggu sampai 5 tahun perjalanan RT ini….mohon bantuannya… saya bingung sekali…. bagaimana menghadapi semua ini secara saya mulai takut tidak sanggup stand on my own feet kecepannya..mungkin saat ini saya masih bisa…tapi saya mulai takut secara usia saya sekarang dan status pekerjaan sekarang ini yang belum bisa menjamin sepenuhnya untuk perkembangan anak saya….thanks a lot sebelumnya…..

Karyawan – Bandung

Salam…

Ketakutan Anda akan keberlangsungan rumahtangga di masa mendatang cukup beralasan, apalagi selama usia perkawinan Anda berdua tidak adanya perubahan dalam pendapatan keluarga yang semakin membaik.

Di jaman sekarang, peran istri tidak hanya sebagai manajer keluarga, sejak tahun 1970an di Amerika Serikat ketika terjadi krisis moneter telah memaksa ibu-ibu rumahtangga untuk bekerja agar rumahtangga mereka tidak collapse. Minimnya upah pekerja di Indonesia juga memacu istri-istri bersikap kreatif dan berperan menjadi bagian penopang keluarga. Banyak perempuan bekerja untuk membantu mendapatkan uang tambah disamping pendapatan suaminya agar pemenuhan kebutuhan keluarga tercukupi. Membaca masalah yang sedang Anda hadapi, ternyata Anda bukanlah sebagai penopang keluarga saja melainkan juga menjadi pondasi mata pencarian keluarga Anda!

Ada beberapa hal yang mungkin perlu saya ingatkan disini diluar konteks konsultasi ini, karena sebagai manusia kita tidak akan pernah dapat menduga mengenai masa depan dan apa yang terjadi terhadap diri kita diluar rencana-rencana besar yang kita susun; ketulusan dan ketabahan dalam menghadapi bencana. Inilah hal yang hakiki sebagai bentuk kecerdasan emosional yang sesungguhnya.

Pertama, Anda mengkhawatirkan bahwa suami Anda tidak mempunyai pekerjaan yang tetap selama 5 tahun ini. Tidak mempunyai pekerjaan tetap itu artinya bahwa suami Anda masih ada berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Suami Anda tidak bisa disebutkan sebagai pemalas (pengangguran), kesalahan mungkin disebabkan pada pengaturan strategi. Kecuali hal-hal berikut; memang suami Anda hanya duduk dan bermalas-malasan sementara Anda bekerja, atau suami Anda menghabiskan uang untuk keperluan pribadi dibandingkan keluarga, maka disinilah akar permalasah yang sesungguhnya. Anda bisa menggugatnya karena memang ia malas secara emosional.

Kedua, bagaimana hubungan antara Anda berdua, apakah ia cenderung tidak peduli terhadap Anda dan anak ataukah ia menutup diri dan menjaga jarak. Sebagai pria, suami mempunyai tanggungjawab terhadap rumahtangga, bila ia gagal, maka ia akan memendam masalah ini dengan cara menutup diri, menjaga jarak,  depresi  atau mengarahkan dirinya pada self destruction seperti terlibat penyalahgunaan alkohol,  narkoba, genk dan sebagainya. Terpenting dari semua itu bagaimana perasaan, sikap dan perilakunya terhadap anak dan bagaimana memperlakukan Anda.

 Apa yang dapat Anda lakukan?   

1) Berikan dukungan yang tulus dengan apa dikerjakan oleh suami Anda

2) Dorong suami Anda untuk tetap terus berusaha agar tidak patah semangat. Bantulah ia untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

3) Bicarakanlah mengenai masa depan anak dan rencana-rencana masa depan Anda berdua, hal ini akan mendorong suami Anda untuk berusaha lebih giat lagi 4) Jangan mencela apalagi merendahkan posisi suami, bukankah sebuah keluarga merupakan sebuah team? Usahakanlah pujian tidak pernah hilang dalam keluarga.

5) Cobalah menyusun strategi untuk mendapatkan uang tambahan dengan usaha sampingan.

6) Coba ajak suami Anda untuk merencanakan suatu usaha yang dapat menambahkan pendapatan keluarga, biarkan ide-ide tersebut berkembang, biarkanlah ia mengutarakan pendapatnya dengan bebas, tugas Anda hanya memancing idenya lalu mendengarkannya.

7) Berikanlah ia waktu, jangan terburu-buru memaksakannya untuk bekerja.

Bila usaha-usaha diatas sudah Anda lakukan dan tidak terjadi apa-apa pada suami Anda, maka sudah dapat dipastikan bahwa suami Anda malas secara emosional, pria seperti ini sampai kapanpun tidak akan mampu untuk mengubah keadaan, lalu tunggu apa lagi?

Konselor :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

8 comments

  1. Echa Reply

    Bagaimana jika calon suami saya tidak ingin bekerja sampai lulus kuliah (skrg masih smt1) tetapi minggu depan saya akan menikah dengannya. Katanya sehari hari saya makan dengan apa yang orang tuanya masak. Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah kehabisan akal sampai benar benar tidak bisa berfikir lagi bagaimana caranya membujuk dia agar dia tidak menggantungkan calon rumah tangga kami kepada ibu bapaknya

  2. wanita Reply

    Saat ini saya memiliki permasalahan yang sama akan tetapi saya tidak berani mengungkapkan apa yg ada dihati,apa yg harus saya lakukan?

  3. srikandi Reply

    Selamat sore pak….. sekiranya saya mendapat pencerahan dari seorang laki laki….. Bapak yth, saya awalnya adalah single parent dengan seorang anak berumur 7 tahun, dan sekarang saya sudah menikah kurang lebih 2 tahun. Awalnya saya mengenal suami saya, dengan status yang bekerja sebagai penyedia jasa untuk orang orang yang terlibat masalah hukum. Saat itu memang saya melihat bahwa dia laki laki yang bisa diandalkan karena melihat dengan banyak pekerjaannya dia banyak memberikan solusi yang baik kepada orang orang yang menghadapi kesulitan Setelah kami menikah, (kalo saya menilai) suami saya sudah menjadi malas, meremehkan klien kliennya dll yang tidak saya lihat dulu. Kebetulan saya di kantor mempunyai jabatan dan gaji yang lumayan. dan semakin kesini sekarang malah suami saya menjadi pribadi yang malas hanya tidur tiduran dirumah dan telpon sana sini. Saya sudah pernah mengingatkan bahwa kehidupan sudah bertambah berat biaya hidup sudah mahal pengeluaran bertambah banyak, tagihan tagihanpun harus dibayar, tetapi selalu dengan jawaban…… ya harus kita imbangkan semua pengeluaran dengan pendapatan….. sebetulnya bukan itu yang saya permasalahkan.
    Yang saya permasalahkan sebagai kepala keluarga tidak ada tanggung jawab untuk kehidupan rumah tangga kami, semua pengeluaran baik untuk makan, biaya sekolah anak, tagihan tagihan, service mobil, untuk orang tuanyapun sampai harus saya yang menanggung, sampai orang tua saya sendiripun terabaikan.
    Orang tua saya dulu pernah mengingatkan tetapi saya kurang menghiraukan, sekarang orang tua saya tau kondisi keluarga dan keuangan saya yang sudah hancur…. padahal dulu bisa dikata bahwa saya sebagai single parent yang bisa disebut kaya raya, sekarang orang tua saya meminta saya bercerai dengan suami saya. Saya kadang kadang berpikir untuk minta cerai tapi saya juga kasihan bila saya cederaikan dia, bagaimana kehidupan dia, siapa yang megasihi dia…. jujur saya tidak tega untuk menceraikan dia…. tapi apa yang harus saya lakukan untuk menyadarkan dia.
    Jangankan memenuhi kebutuhan kehidupan kami, membantu bekerja dirumah tangga saja dia tidak mau, membantu membersihkan rumah dia cuek saja walau misalkan saya tidak ada waktu karena kesibukan bekerja.
    Karena suatu hal, saya terpaksa mutasi ke kota lain, awalnya saya tidak mau mengajak dia, dengan tujuan dia mandiri, tetapi dia merengek rengek untuk ikut mutasi ke tempat dinas saya dengan berjanji nanti kalo dikkota baru aku akan berbisnis apa saja…… tapi sudah setengah tahun kami pindah kerjanyahanya tidur tidur saja. Bapak yth. saya termasuk wanita yang bekerja keras dengan melihat kondisi seperti ini batin saya berteriak dan saya menyadari sepenuhnya hal ini menjadi contoh tidak bagus untuk anak laki laki saya, baik saat saya bertengkar dengan suami atau tingkah lakunya yang pemalas dan penggangguran….. saya mohon advice dari bapak apa yang harus saya lakukan

    1. silvia Reply

      mbak, kondisi kita saat ini mirip hanya saja saya belum memiliki anak dan baru satu tahun menjalani pernikahan.
      Saya pernah mengalami keguguran hingga saat ini belum hamil lagi. saya sungguh trauma untuk hamil lagi. karena pada saat keguguran, suami sampai tidak sanggup bayar biaya Rumah Sakit.
      Sekarang saya berpikir lebih baik tidak menikah saja daripada harus menanggung hidup seperti ini.
      saya pun bekerja di suatu perusahaan yang bonafit dan memiliki jabatan, gaji yang lumayan. sebenarnya jika saya menghidupi diri sendiri dan orang tua masih bisa. tapi setelah menikah saya malah tidak punya sisa uang karena uang saya banyak habis untuk menutup biaya makan sehari-hari, uang tagihan KPR rumah, listrk dan kredit sepeda motor.
      saya sering mendengar bahwa 1 tahun pernikahan itu adalah saat yang paling membahagiakan, tapi saya sungguh tidak merasakan itu.
      Dulu suami saya tidak begitu. kebetulan suami wirausaha bengkel dan jual-beli sparepart mobil truck, dll. dulunya, rejekinya sanggat banyak sampai kadang bisa memberikan saya uang untuk menabung biaya pernikahan. tapi setelah menikah malah keuangan suami saya seret dan pekerjaan satu-persatu ilang. customernya banyak yang mengeluh pekerjaannya tidak beres. bahkan anak buahnya pernah datang ke rumah dan meminta gajinya dibayar.
      tidak ada hentinya cobaan yang diberikan, saya juga baru tau bahwa… KPR rumah dan kredit motor sering tunggak.
      gula, teh, dan makanan di dapur sering tidak terbeli.
      sekarang suami sama sekali tidak ada perkerjaan dan lebih banyak makan-tidur. cuman dia juga membantu menyelsaikan pekerjaan rumah seperti memasak (cuman memasak).
      bisa tolong berikan saya saran saya harus bagimana?

  4. shinta Reply

    Saya seorang istri 34th, suami 38th dikaruniai 2orang anak 10th dan 6th. Sudah hampir 2 tahun ini suami saya tidak bekerja karena resign dari pekerjaan yang lama, setahun lalu pun saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya karena anak2 tidak ada yang mengurus, dan pekerjaan saya tidak flexible serta menuntut untuk selalu pulang malam. Harapan saya adalah suami yang bekerja mencari nafkah dan saya mengurus rumah tangga. Tapi ternyata suami sudah tidak mau bekerja lagi, sudah hampir 2 tahun ini tidak ada usaha sama sekali, hanya di rumah seharian hanya tidur2an sambil main game. Saya sudah puas kasih masukan tapi tidak digubris. Dan sampai saat ini juga saya tidak pernah diijinkan mengatur keuangan rumah tangga, untuk makan sehari2 suami yang belanja untuk saya masak. Apa yang harus saya lakukan? Karena saya memikirkan masa depan anak2, saya sebenarnya ingin bekerja lagi, tapi tidak tega karena anak2 pasti tidak terurus. Dan apakah sehat rumah tangga yang seperti ini? Karena kami jadi sering ribut karena berdebat soal kewajiban suami istri, dan suami saya sepertinya sudah mati rasa, dia sudah tidak peduli dengan nasehat dan masukan dari keluarga. Mohon masukannya, terimakasih

  5. nurfaizah Reply

    Trimakasih motivasinya Pak,kisahnya mirip dg apa yg sy alami,bahkan sy lbh lm lg,pernikahan sy sdh sjk th 2006(dah 8 th),slm ini sy tidak pernah mendapat nafkah dr suami,bahkan sy pernah mengalami sampe kehilangan anak sy krn suami tidak bs membiayai persalinan,ALHAMDULILLAH skrg sy dah d anugrahi anak yg k 2,dua kali persalinan d lakukan secara caesar yg biayanya tdk sedikit,sementara posisi sy sampe skrg msh berstatus pegawai swasta,gaji ga cukup wat hidup sehari2,hutang saya sangat banyak untuk biaya hidup dan biaya persalinan 2 kali tanpa bantuan dr suami,pernikahan 8 tahun penuh dg penderitaan,sementara suami seakan tdk pernah peduli dg masalah itu,dg kondisi RT yg spt itu,apakah sy msh hrs bersabar melangsungkan pernikahan yg sejatinya suami yg harusnya menafkahi?

  6. nurfaizah Reply

    Trimakasih motivasinya Pak,kisahnya mirip dg apa yg sy alami,bahkan sy lbh lm lg,pernikahan sy sdh sjk th 2006(dah 8 th),slm ini sy pernah mendapat nafkah dr suami,bahkan sy pernah mengalami sampe kehilangan anak sy krn suami tidak bs membiayai persalinan,ALHAMDULILLAH skrg sy dah d anugrahi anak yg k 2,dua kali persalinan d lakukan secara caesar yg biayanya tdk sedikit,sementara posisi sy sampe skrg msh berstatus pegawai swasta,gaji ga cukup wat hidup sehari2,hutang saya sangat banyak untuk biaya hidup dan biaya persalinan 2 kali tanpa bantuan dr suami,pernikahan 8 tahun penuh dg penderitaan,sementara suami seakan tdk pernah peduli dg masalah itu,dg kondisi RT yg spt itu,apakah sy msh hrs bersabar melangsungkan pernikahan yg sejatinya suami yg harusnya menafkahi?

  7. Solusi Pria Reply

    Pak Sayed Muhammad yang sy hormati,

    Permasalahan saya hampir sama, bedanya menikah 5 bulan saya pensiun (Pensiun Dini), PD ini karena laporan mantan istri ke kantor.

    Kami baru menikah 1.5 tahun dan di karunia 1 anak umur 10 bulan. Istri kerap memaki-maki saya dengan kata-2 yang sangat kasar.
    Alangkah indahnya jika istri melakukan yg Bapak sarankan.

    Semua kenalan mengatakan saya energik dan cukup berprestasi di kantor dan sy lulusan STAN dan juga S2. Istri melarang sy bekerja, namun cukup menekuni Bisnis online yg menjanjikan.

    Istri mengatakan cacian, makian adalah sampah yg harus di keluarkan atas kekecewaan yg di rasakannya. Istri usia 27 dan sy 54 saat menikah dg 6 anak.
    Semasa berkenalan (2 bulan) kemudian menikah saya kerap memberi motivasi dan Impian-2 ke depan dan ini ditafsirkan sbg JANJI. Harapan istri tdk menjadi kenyataan, itulah penyebab dia menjadi Kasar.
    Badan sy susut drastis dan cepat berkeriput dan beruban, tidak tahan dengan tekanan istri.
    Kadang susah konsentrasi dg bisnis online yg sedang saya tekuni yg saat ini hasilnya belum kelihatan.
    Memang sy kerap mengatakan Orang Beriman wajib kaya dan Sukses Dunia – Akhirat.
    Namun istri sy tdk cukup sabar menjalani kehidupan yg pas-pasan krn terlanjur menjanjikan macam-2 kpd ortunya agar mengijikan perkawinan, meski sampai saat ini belum ikhlas.

    Disaat istri sedang mood bagus, sering mengatakan perkawinan sampai mati dan ingin banyak anak dari saya, dan mengatakan sy harus mau menerima sampah yg harus dibuangnya.

    Saya sangat berterima kasih kpd Bp Sayed atas nasehatnya kpd kami berdua.
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

supportbawah
logobawah

Disclaimer

konsultasi-icon

Konseling terbaik adalah dengan melakukan konseling langsung (tatap muka), konseling melalui email memiliki banyak kekurangan, kekurangan tersebut menjadi pertimbangan dari bias permasalahan yang oleh klien. Jawaban konselor tidak menjamin gambaran keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh klien karena keterbatasan halaman.

Categories

Konsultasi Terbaru

logobawah

 

 

artikel180 Post comment 294 Diskusi facebook 821 Likes tweet 23 Follower

Sebelum mengirim konsultasi sebaiknya melakukan pencarian pokok permasalahan yang sudah dibahas terlebih dahulu. Pikirdong tidak akan membahas atau menjawab konsultasi yang pernah dibahas. Terimakasih