TwitterFacebookGoogle+

Ingin Bercerai

Saya ibu dengan 3 anak, putra (12 Th), putri (8 th), putra (2 th). Rumah tangga saya sudah 14 tahun, awalnya saya dan suami menikah dengan kondisi tidak bekerja, dan saya menerimanya karena saya menci…

06 Jan 2018 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

Hidup dibawah Kekerasan Suami

Selamat siang pak sayed, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas bantuan konseling dari bapak, saya sudah mencari topik permasalah rumah tangga namun belum ada yg sesuai Perkenalkan saya wanita, …

01 Jan 2018 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

File April - 2015

Anda dapat mengechek konsultasi yang Anda kirim tidak dijawab oleh konselor karena pokok permasalahan sama, tidak dapat dimengerti atau hal lainnya, silahkan melakukan searchi…

02 Oct 2015 Lain-lain adminpd No comments

Istri Boros

Hallo, Saya seorang suami dari 3 orang anak, sekarang sudah 8 tahun usia perkawinan kami. to the point ke permasalahan .. dari pertama pernikahan memasuki usia 3 bulan, saya sudah pesimis untuk bisa b…

30 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

Pasangan Menghabiskan Uang untuk Pesta Pernikahan

Langsung saja ya, sya mau nikah dan saya mempunyai kendala karna keterbatasan dana, akan tetapi pasangan saya tidak pernah mengerti, dia selalu ingin ini itu dari saya, saya minta pengertianya karna s…

30 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

Adik Suka Membangkang

Ass. Saya perempuan usia 19 tahun. Saya mungkin bermasalah dengan emosi saya. Saya memiliki adik umur 10 tahun yang sulit diatur dan cenderung pembangkang, adik saya sempat 3 bulan tidak mau sekolah d…

25 Sep 2015 Konsultasi Remaja Reza Febyanti No comments

Menikah Pura-pura

Assalamualaikum Saya pria yg menikah yg usianya lebih muda beda 7 tahun dari istri saya. Saat ini usia pernikahan sudah mencapai 2 tahun. Dikarenakan pernikahan kami adalah karena perjodohan orang …

22 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

Curiga Istri Berselingkuh

Saya sudah menikah 7 tahun yang lalu. Saat ini Saya 38 dan istri 33 tahun. Saat menikah istri saya belum mendapat pekerjaan bagus spt saat ini. Setelah umur pernikahan 2 tahun istri saya diterima di s…

22 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad No comments

Dari Mana Aku Harus Memulai Perbaikan Diri?

Aku, mahasiswa, 23 tahun, selalu merasa sendirian dan sendirian terus. Dari kecil ortu terutama ibu sangat protektif padaku. Sampai sekarang aku gak pernah merasa punya sahabat. Pengalaman pahit waktu…

09 Aug 2009 Konsultasi Kepribadian Fuad Nashori No comments

Istri Hobi Ngerumpi dan Cerewet

Kami sudah menikah selama 17 tahun alhamdulillah kami dikaruniai sepasang anak, istri saya adalah seorang guru, penghasilannya jauh lebih besar dari pada saya, saya didepannya tidak ada apa-apanya bag…

21 Sep 2015 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga Sayed Muhammad Comments (1)

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
spaceatas

Ingin Bercerai

Saya ibu dengan 3 anak, putra (12 Th), putri (8 th), putra (2 th). Rumah tangga saya sudah 14 tahun, awalnya saya dan suami menikah dengan kondisi tidak bekerja, dan saya menerimanya karena saya mencintainya waktu itu dan hanya dia yang berani datang ke rumah orangtua saya. Setelah menikah kami punya usaha yang jalan 3 tahun dan saya diterima PNS. Suatu saat usaha kami ambruk, dan suami mencari solusi di orang pintar, yang akhirnya berdampak mempengaruhinya ke hal hal yang mistis sampai saat ini.

Suami saya adalah orang yang keras dan tidak bisa menerima kritikan, sehingga makin saya mengenalnya saya semakin tertutup padanya karena pasti ketidakcocokan pendapat menumbuhkan pertengkaran. Saya ingin rumah tangga saya baik-baik saja, sehingga saya selalu mengalah dan tidak menyuarakan pendapat saya hanya karena saya takut akan keegoisan dia.

Selain sifatnya itu, dia selalu berpikiran negatif pada semua orang, selalu curiga pada orang lain… menganggap bahwa orang orang memusuhinya. kenapa begitu? karena di dia mengungkapkan bahwa dia dimusuhi banyak orang karena dia merasa jadi titisan manusia kerajaan di jaman lampau yang nantinya akan menyelamatkan dunia.. (ini kan sudah gila Pak) Saya tiap hari dipengaruhi oleh pikiran pikiran negatifnya..seolah olah dia adalah seorang paranormal.

oiya..setelah usaha kami bangkrut dia tidak bekerja..sudah berbagai cara dilakukan. misal usaha mandiri pasti gagal karena orangnya tidak ulet, misal ikut kerja jadi karyawan itupun selalu berselisih dengan bosnya dan berpikiran negatif..dengan tetanggapun selalu bermusuhan.

Begitu juga pola mendidik anak juga lain dengan saya. hubungan denga keluarga sayapun kurang baik, karena dia juga berpikiran negatif ke keluarga saya. Dengan keluarganyapun dia bukan merupakan anak yang sholeh..karena sudah dicap ayahya sebagai anak durhaka karena membangkang

Sebenarnya dia tidak menafkahi saya tidak menjadi masalah yang besar, karena Alhamdulillah saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga..Tapi sebagai seorang wanita normal, sayapun ingin seperti wanita lain yang tidak hanya jadi tulang punggung keluarga tetapi juga dinafkahi walaupun sedikit. Malah yang terjadi, dia tiap hari minta jatah rokok ke saya..kalo saya tidak punya uang, dia minta ke ibunya

Terkadang dia kasar sama anak saya, seperti marah dan meludah ke anak anak..saya hanya bisa diam Intinhya saya hanya diam, nyesek di hati pemikirannya yang nyeleneh di dunia mistisnya juga sangat berbeda dengan saya yang hidup di dunia riil. Saya tidak bisa sama sekali memperngaruhinya karena dia anti kritik. Bapak Ibunya saja sudah angkat tangan.

Nah, karena saya alami hal tersebut bertahun tahun, saya sebagai wanita sangatlah rentan dengan adanya orang ketiga yang masuk di hidup saya. Dulu Tahun 2013 sudah pernah kejadian seperti itu, dan kami berhasil mempertahankan rumah tangga kami, saat itu dia akan menceraikan saya, tapi ibunya menahan.

Dan sekarang, ini terjadi lagi, hidup saya dimasuki oleh orang ketiga, teman di masa kecil saya yang sudah menyukai saya sejak dulu..sudah berkeluarga yang kedua kalinya (yang pertama istrinya meninggal kecelakaan denga 2 anak, dan ini dengan 1 anak)

Kehidupan rumah tangganya dengan istri terakhirnya ini, sudah 3 tahun dengan 1 anak.Tapi mereka sering bertengkar karena hal hal sepele. Dan dengan saya dia menemukan bahwa saya adalah orang yang tepat untuk menemani hidupnya..Dia serius dengan mengenalkan saya pada 2 anaknya dan dengan keluarganya, bahwa dia mencintai saya dan ingin menikahi saya, hanya karena kondisi dan status saat ini saja, dia hanya menyerahkan nasib cinta kami pada doa. Dia juga sudah bilang ke adik saya yang jadi wali nikah saya (saya yatim piatu) bahwa dia mencintai saya.

Pada saat ini, saya memutuskan berpisah dari suami saya. Dan suami dengan legowo mau melepas saya. Dia tau saya lagi berhubungan dengan orang ketiga, dan Sekarang baru tahap proses pisah di kantor. Tapi suami membawa ketiga anak anak saya untuk pulang ke rumah orang tuanya di kota lain. ini tidak sesuai harapan saya, yang tadinya saya berharap anak anak tetap sama saya. Saya terpukul sekali Pak. Tapi alhamdulillah tiap akhir pekan saya bisa mengunjungi anak anak saya dan liburan bersama.

Anak anak sudah mengerti kondisi orang tuanya, walaupun tetap berat bagi mereka. Saya sendiri tidak tega jauh sama anak anak saya, tapi saya pun tidak kuat hidup sama suami saya. Apa saya salah kalo saya memlih jalan itu saya berpikir, pasti suatu saat anak anak kembali ke saya. Perlu bapak tau, bahwa anak anak memilih untuk tinggal sama ayahnya karena mereka tau hubungan saya dengan orang ketiga itu ( chat saya terbaca anak saya)

Saat ini saya tinggal sementara dengan anak sulung saya, karena mau ujian nasional. sampai kelulusan, dia akan ikut ayahnya.

Perlu bapak tau juga, rumah mobil itu hasil keringat kerja saya. Sehingga dia tidak bawa apa apa. tapi ketiga anak saya dibawanya pergi. Saya dan suami merasa malah hubungan kami membaik pasca pisah rumah karena kami tidak saling memperngaruhi satu sama lain.

Dia pernah bicara pada anak saya, kalo rujuk lagi sama saya dia ga akan kembali kerumah. Lha saya pikir, kalo saya rujuk apa untungnya buat saya, kalo anak anak masih dibawanya. Alasan dia membawa anak anaknya menurut dia karena saya bisa mempengaruhi moral saya jadi buruk karena saya berselingkuh. Lha saya melakukan ini kan karena dia sendiri, kalo rumah tangga saya baik baik saja juga saya tidak membiarkan orang ketiga masuk di hidup saya.

Mohon pencerahannya Pak, saya harus bagaimana Saya dalam pilihan sulit.
1. Rujuk dengan alasan anak anak saya, tapi tetap mereka tinggal sama ayah mereka. Dengan begitu saya mengorbankan kebahagiaan saya sendiri. Saya kuatir kalo saya tidak kuat suatu saat akan terjadi begini lagi.
2. Tetap meneruskan proses ini, dengan konsekuansi saya jauh dari anak anak, hanya bisa ketemu akhir pekan. Terima Kasih jawabannya

PNS (38) – Jawa Tengah

 

Salam Ibu, semoga Ibu selalu dalam keadaan sehat.

Sebelum memasuki jawaban dari pertanyaan Ibu, beberapa hal lain yang perlu saya utarakan disini. Pertama, Ibu menyebutkan bahwa Ibu mencintai suami sebelum dan diawal pernikahan, namun perubahan terjadi setelah suami mengalami kebangkrutan hingga munculnya orang ketiga dalam rumahtangga. Namun, saya tidak melihat Ibu mencintai suami dengan penuh ketulusan, bisa jadi beberapa hal yang Ibu lewatkan dalam cerita Ibu sendiri atau pemahaman cinta yang berbeda. Hal ini saya tangkap bahwa suami samasekali tidak bisa diajak diskusi atau berbicara. Komunikasi Ibu dengan suami berada dalam tahap yang sangat buruk, hingga kebangkrutan yang dialami suami telah menciptakan tingkat stres berat yang memberi pengaruh dalam perilakunya. Gangguan delusi dapat terjadi pada individu yang mengalami stres berat, minimnya komunikasi membuat gangguan tersebut muncul keluar yang seharusnya hanya ada dalam pikiraan individu bersangkutan saja.

Kedua, permasalahan yang Ibu alami sebelum perceraian sebenarnya dapat dicegah bila kedua pasangan menyadari pentingnya komunikasi, tentunya saat awal pernikahan terus menerus dilakukan perbaikan sehingga kedua belah pihak saling mendukung secara emosional dan karir pasangan sebagai tujuan bersama dalam berumahtangga. Usaha suami yang mengalami kebangkrutan juga merupakan usaha milik bersama meskipun Ibu telah disibukan dengan pekerjaan baru sebagai PNS. Dengan demikian suami mengalami kebangkrutan, ia membutuhkan dukungan dan support dari Ibu sebagai pasangaan cintanya.

Ketiga, menurut cerita Ibu, munculnya orang ketiga dalam rumahtangga ibu bukanlah hanya sekali. Ibu menyalahkan suami dalam hal ini. Saya tidak bermaksud membela suami Ibu, bisa jadi suami memiliki hambatan emosional namun ia tidak memiliki keinginan untuk bercerai atau berselingkuh dengan wanita lain. Ini bukanlah sebagai faktor sebab-akibat, melainkan komitmen perkawinan yang menjadi pegangan Ibu sendiri.

Saya melihat Ibu telah memiliki keputusan yang kuat sebelum menulis konsultasi ini, Ibu telah memiliki jawaban sendiri terhadap pertanyaan yang telah Ibu ajukan. Dengan mempertimbangkan beberapa alasan kuat, perpisahan merupakan keinginan kuat yang ingin Ibu lakukan dan berharap adanya dukungan dari konseling ini. Saya tidak melihat keinginan Ibu untuk memperbaiki hubungan dengan suami karena alasan takut kembali terulang dan mengorbankan kebahagiaan Ibu.

Ada baiknya Ibu kembali mempertimbangkan sekali lagi keputusan yang akan Ibu buat. Ada banyak hal yang saya kira perlu dilakukan terlebih dahulu; sebelum mengambil keputusan secara arif, tidak emosional dan objektif.
1. Memperbaiki diri dan menerima semua kesalahan dimasa lalu sebagai bentuk kelapangdadaan dalam menghadapi masa depan
2. Mengunjungi psikolog untuk penyembuhan gangguan depresi yang dialami suami
3. Mengunjungi lembaga penasehat perkawinan atau psikolog dalam memperbaiki hubungan kedua pasangan, serta mengembangkan kiat-kiat komunikasi yang efektif diantara keduanya.

Demikian, semoga bisa membantu.

Konselor :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

supportbawah
logobawah

Disclaimer

konsultasi-icon

Konseling terbaik adalah dengan melakukan konseling langsung (tatap muka), konseling melalui email memiliki banyak kekurangan, kekurangan tersebut menjadi pertimbangan dari bias permasalahan yang oleh klien. Jawaban konselor tidak menjamin gambaran keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh klien karena keterbatasan halaman.

Categories

Konsultasi Terbaru

logobawah

 

 

artikel182 Post comment 299 Diskusi facebook 821 Likes tweet 24 Follower

Sebelum mengirim konsultasi sebaiknya melakukan pencarian pokok permasalahan yang sudah dibahas terlebih dahulu. Pikirdong tidak akan membahas atau menjawab konsultasi yang pernah dibahas. Terimakasih