Ranking Pertama Takut Dijauhi Teman

Assalamua'laikum, selamat sore. Maaf menggangu waktu anda. Beberapa minggu ini, saya selalu merasakan kegelisahan dan sering emosi jika berbicara. Maaf ya…

02 Jul 2014 Konsultasi Remaja adminpd No comments

Suami TidaK Menafkahi

Assalamualiakum... Ibu Dewi saya seorang karyawan berusia 31 tahun, saya punya masalah dengan sikap suami saya yang terkesan kurang bertanggung…

02 Jul 2014 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga adminpd Comments (1)

Tertekan dengan Keluarga Suami

Ass, bu Dewi saya seorang ibu dengan 1 anak laki2 usia 2 tahun, saya menikah sdh 6 tahun tapi selama minikah…

02 Jul 2014 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga adminpd Comments (1)

Anak Trauma di Kamar Mandi

Ibu, saat ini anak saya perempuan 10 tahun mengalami ketakutan karena pengalamannya bulan yang lalu menyaksikan shower box pecah, mengenai…

09 Jun 2014 Konsultasi Anak adminpd No comments

Marah Tidak Terkendali

Saya mahasiswi semester 2 perguruan tinggi negeri di Depok. Saya punya beberapa masalah yg sedikit-banyak mengganggu benak saya. Entah sejak…

05 Jun 2014 Konsultasi Kepribadian adminpd No comments

Susah Mendapatkan Teman

Saya katanya pendiam, saya susah dapat teman & susah ngobrol, kalo diajak ngobrol gak bz nimpalin, gimana ya solusinya?? makasih. Karyawan…

05 Jun 2014 Konsultasi Umum adminpd No comments

Depresi karena Tugas Akhir

Asalamualaikum Saya mahasiswa dari stikes swasta, Saya sanggat depresi saat masuk stikes karena itu bukan ke inginan saya, saya dipaksa orang…

05 Jun 2014 Konsultasi Umum adminpd No comments

Lost Feeling

Aku baru putus sama pacar ku 4 bln lalu, kita jalan skitar 1,5 tahun. Selama masa itu cowo ku mmg…

02 Jun 2014 Konsultasi Cinta adminpd No comments

Dewi Kusumaningrum

  Rr Dewi Kusumaningrum adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, Saat ini Beliau Manager HRD di sebuah event organizer dan aktif sebagai…

02 Jun 2014 Konselor adminpd No comments

Tidak Pernah Merasakan Cinta

Assalamualaikum, bu, saya kenal suami sudah 24 tahun, menikah 19 tahun dan punya 3 anak kelebihan suami: 1. taat beragama…

31 May 2014 Konsultasi Pernikahan dan Keluarga adminpd No comments

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
bannertop

Istri Pemarah

Istri saya sangat mudah emosi terhadap yang tidak mengenakan dirinya. Hampir pada semua kegiatan yang bermasalah pasti dia emosi. Dan bila emosinya memuncak dan sedikit ada hubungan dengan ibu saya (mertua), emosi akan dipindahkan kepada ibu saya, emosi tidak terkendali pada sisi kata-katanya …semua kata-kata baik, kotor, menyadur Al Qur’an dan hadist untuk meyakinkan bahwa emosinya itu benar dan selang bersama waktu berangsur-angsur turun dan biasa, tetapi pada saat emosi bila ada orang lain. Contoh pembantu RT kami datang, kata-katanya halus atau ada telepon masuk dari teman yang tidak bermasalah kata-katanya halus menyejukan hati, tetapi setelah itu, ia akan emosi lagi, apa lagi ada hubungannya dengan saya dan ibu saya, dan bila terusik lagi emosi berlipat kadarnya. Bagaimana cara mengendalikannya. Saat ini saya hanya diam dan membiarkan berlalu bersama waktu dan beristighfar.

DR – ??

Munculnya amarah selalu disebabkan oleh alasan tertentu, akan tetapi sangat jarang alasan tersebut dapat dibenarkan sebagai alasan untuk bersikap marah. Saya sangat kagum dengan kesabaran Anda dalam menghadapi kemarahan istri Anda. Ada beberapa hal yang saya ingin katakan sebelum memasuki pembahasan permasalahan Anda.

Pertama, saya berkesimpulan bahwa ibu Anda menetap bersama istri Anda dalam satu rumah. Saya tidak menyalahkan tindakan Anda ini, pada dasarnya Islam tidak mengenal dengan istilah keluarga inti (terdiri dari ayah, ibu dan anak saja). Islam mengajarkan kita untuk berbakti kepada orang tua kita. Terpenting, Islam mengajarkan kita untuk bersilahturahmi mempererat persaudaraan antar sesama muslim. Intinya adalah berbuat baik kepada setiap orang.

Kedua, Al Quran dan Hadist merupakan sumber hukum positif dan tentunya akan tersirat sikap dan perilaku yang positif pula maka hal yang mustahil bila unsur negatif tersirat secara langsung atau tidak langsung di dalamnya. Amarah tidak dibenarkan karena dampak yang muncul adalah negatif. Maka tidak mungkin Al Quran dan Hadist dapat digunakan sebagai alasan tepat untuk membenarkan kemarahan istri Anda.

Ketika marah berlangsung amigdala dalam otak manusia melepaskan beberapa hormon sebagai pemicu stres, seperti CRF (corticotrophin-releasing factor) dan kartisol. Akibatnya terjadi penumpukan kartisol pada aliran darah, hal inilah yang menyebabkan orang akan sulit berpikir secara rasional ketika marah. Aliran darah yang seharusnya mengalir ke kognitif otak menjadi terhambat. Penumpukan kartisol tersebut tidak berangsur hilang ketika amarah telah reda tetapi mengendap beberapa saat dalam darah. Ketika permasalahan lain muncul, tubuh kembali memproduksi kartisol sehingga terus terjadi penumpukan kartisol sehingga masalah sepele pun dapat menjadi pencetus ledakan emosi. Hal inilah yang dialami oleh istri Anda.  Adapun sebaiknya adalah menemukan penyebab hal-hal sebagai stimulus (pemicu) yang menyebabkan istri Anda marah tanpa alasan dengan jelas. Komunikasikan masalah ini dengannya pada waktu yang tepat. Pilihlah waktu ketika suasana hatinya terlihat tenang.   Beberapa hal yang perlu Anda ketahui:

1. Hampir keseluruhan waktu istri menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga baik setengahnya ataupun secara keseluruhan, maka;  ―berikanlah penghargaan kepada dirinya atas semua yang dilakukannya dan berikanlah pujian kepadanya.

2. Sangat jarang pria setelah menikah melakukan hal-hal seperti yang mereka lakukan ketika masa berpacaran seiring dengan kesibukan pekerjaan, mengurus keluarga. Berikanlah pujian terhadap dirinya, mulailah dengan memuji tubuhnya, katakan bahwa Anda sangat mencintainya.

3. Komunikasikan setiap masalah yang muncul, biasanya wanita akan berbicara sesuatu sebelum pada pokok permasalahan, oleh pria menganggapnya adalah hal yang tidak begitu penting untuk dibicarakan, akan tetapi sebenarnya wanita hanya ingin didengarkan saja. Bila pria dapat menanggapi permasalahan tersebut dengan sabar untuk mendengarkan (saja), maka wanita secara perlahan menemukan kenyamanan untuk mengungkapkan permasalahan yang sedang dihadapinya.

4. Karakteristik merupakan salah satu penentu dari perilaku yang muncul, beberapa konselor dari Amerika sangat menekan pentingnya karakter seseorang dalam meningkatkan hubungan personal yang lebih baik. Ada beberapa orang yang memang karakternya sangat susah untuk diubah, ini bisa saja disebabkan oleh masa lalu dimana ia dibesarkan dalam keluarga, akan tetapi bila ia mempunyai minat dan atensi terhadap perubahan perilaku maka akan mudah untuk mengubahnya.

5. Amarah dapat menjurus pada tingkat  verbal aggression atau bahkan penyerangan secara fisik. Bila individu tidak dapat mengontrol emosinya, sehingga ia melakukan penyerangan baik lisan atau fisik setiap kali ia marah, pada tahap ini maka individu tersebut diharuskan mengikuti konseling secara teratur

Konselor :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan

attitude_sidebarlayout:
right-sidebar

4 Comments

  1. Trianto Reply

    Boleh saya tambahkan satu lagi. Lelaki identik dengan kasar dan perempuan identik dengan lemah lembut. Banyak ulasan mengenai kekasaran lelaki – suami. Bagaimana dengan dengan kelembutan wanita — istri yang dipakai sebagai alat untuk menekan lelaki — suami.
    Apakah yang mempunyai rasa cinta yang mendalam hanya wanita ? lihat banyak yang bunuh diri — lelaki. Wanita akan dikasihani tetapi lelaki dibilang bodoh pendek akal dll.
    Moderator tolong jangan delete komentar ini…
    Manusia diciptakan dengan hati… berapa banyak lelaki yang selalu dibilang tidak bisa mendidik istri ???. Pernah dengar kata cerai dan pisah ??? Dengan kemandirian saat ini siapa yang memulai dan siapa yang disalahkan…
    Mohon untuk dikaji setiap ayat dalam kitab suci dengan penuh (full cycle) jangan per ayat.
    Karena akan mendorong ego masing masing menuju puncaknya. Ayat dibuat saling terkait agar manusia membaca dan menelaah dengan baik… Dosa dan anugerah sebanding lurus dengan akibat perbuatan baik itu perbuatan mulia yang akhirnya akan menghancurkan orang lain terutama keluarga inti.
    Semut di seberang lautan akan tampak tetapi gajah di pelupuk mata akan diabaikan, karena akan menghalangi perbuatan yang akan dilakukan.
    Mohon untuk dibaca dengan pikiran terbuka dan diimplementasikan dengan kehidupan nyata atau jalan hidup yang pernah dilalui.
    Allah Maha Mengerti

  2. Abdurrahman Reply

    Salamalaikum. Sy jg mempunyai masalah yg sama, istri sy jg cenderung mudah sekali marah spt yg diceritakan, cuma yg jadi masalah saya juga sangat sulit untuk bersabar, mungkin karena latar belakang sy jg anak yg biasa dimanjakan sehingga tdk biasa mnghadapi org pemarah, bhkn mndengar kata2 kasar saja sy jg lgsung naik darah dan tidak bisa menahan lidah untuk melawan bicara bhkan biasa terimbas pd anak2, atau mgkin krna ada beban lain. Mohon penjelasannya, apakah sy yy justru bermasalah dgn psikologi sy? trmksh byk sbelumnya.

  3. Alfi Reply

    Saya juga mengalami hal yg sama. Saya mempunyai istri yang sangat tempramental sekali, kalo sudah kumat, bisa bertindak brutal, berteriak-teriak mengucapkan kata-kata kotor, membanting barang, membakar, memecahkan piring, bahkan pernah mau bunuh diri.

    Dari masa pacaran, wataknya emang udah keliatan, sifatnya yang mendominasi saya. Dia pantang untuk dikecewakan, jika ada kemauan, semua harus dituruti, kalo tidak,dituruti, bisa ribut, dan saya makan hati dan sakit hati, dan jujur sifat brutalnya membuat saya seperti selalu diteror dan terancam selain itu dia juga sering mengungkit-ungkit kesalahan saya, seolah saya tidak pernah melakukan kebaikan untuknya. Jika diibaratkan, 1000 kebaikan tidak ada artinya dengan 1 kesalahan, 1 kesalahan ini justru yg lebih asyik baginya untuk diperdebatkan, seolah-olah dia mahluk yang paling sempurna. jika disuruh untuk sama-sama introspeksi diri, dia malah kumat, emosinya memnuncak, karna bagi dia tidak ada yg perlu diintrospeksi dari dirinya, justru saya yg harus banyak introspeksi…whaattt?? Sering saya untuk mengakhiri pernikahan ini, Seringkali. It’s all about the time.

    1. Trianto Reply

      Pada saat jaman sekarang wanita lebih senang bekerja, karena lebih ringan (alasan uang mungkin klasik – jaman sekarang berapapun uang yang diterima akan kurang – sesuai gaya hidup).
      Jaman sekarang suami banyak yang harus mengalah demi keutuhan rumah tangga dan mengerjakan kewajiban istri.
      Coba pembaca renungkan dengan ikhlas dan jujur – jangan untuk suami yang memang sableng ya. 1 suami sableng = 1 wanita sableng.
      Kaidah Islam sudah bergeser dengan perbincangan derajat pria dan wanita (menurut saya ini adalah salah satu alat yang dipakai untuk membuat dosa bagi pengumpulnya).
      Sabar bagi suami yang berpegang teguh bahwa perkawinan adalah janji mulia atas kita dengan Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


bannerbottom

Pikirdong

logobawah
© Copyright 2007 wWw.Pikirdong.Org
Blogging bareng cerita psikologi.
Bergabung bersama kami berbagi cerita

Bergabung bersama Pikirdong, berbagi bersama kami menulis untuk kebaikan, kumpulan artikel - berbagi cerita psikologi. Sumbang Artikel!

Disclaimer

konsultasi-icon

Konseling terbaik adalah dengan melakukan konseling langsung (tatap muka), konseling melalui email memiliki banyak kekurangan, kekurangan tersebut menjadi pertimbangan dari bias permasalahan yang oleh klien. Jawaban konselor tidak menjamin gambaran keseluruhan permasalahan yang dihadapi oleh klien karena keterbatasan halaman.